Info Kontak:

: Jl. Rumah Sakit No.24, Wonosobo 56311

: 0286 322158

: gkj_wonosobo@yahoo.co.id

Pendeta:

  • Pdt. Em Sarjono (emiritus)
  • Pdt. Agus Agung Prabowo, S.Si
  • Pdt. Setiaji Wiratmoko, M.Si

Jadwal Ibadah:

  1. Sabtu Sore pukul 16.00 WIB
  2. Minggu Pagi pukul 07.00 WIB
  3. Minggu Siang pukul 09.00 WIB

Profil dan Sejarah:

Selayang Pandang GKJ Wonosobo

 Tanggal 16 Februari 1936 ditetapkan sebagai Hari Jadi Gereja Kristen Jawa Wonosobo. Peristiwa bersejarah tersebut didahului dan diikuti peristiwa-peristiwa penting lainnya, sebagai berikut :

 1905, Dominos (Ds/Pendeta) Netelenbosch, utusan dari Lembaga Pekabaran Injil Zending datang di Wonosobo untuk mengabarkan Injil.

1907, didirikan Hulp Ziekenhuis (semacam rumah sakit pembantu) untuk sarana pekabaran injil, dan merupakan cikal bakal RSUD Setjonegoro Wonosobo.

7 Mei 1911, Ds.Netelenbosch membaptis seorang Jawa, yang kemudian menjadi pembantunya.

1912, didirikan Standard School di Wonosobo dan Bendungan, merupakan cikal bakal sekolah-sekolah Kristen di Wonosobo.

8 Februari 1918, Ds.Netelenbosch digantikan oleh De Vries, untuk melanjutkan pelayanan umum.

1921, De Vries digantikan oleh Ds.Gehrels.

13 Desember 1926, Ds.Markelijn membaptis 27 orang.

1 Mei 1931, Ds.Van Dijk bertugas di Wonosobo, pindahan dari Kebumen dibantu oleh guru injil Soegondo.

1935, dibuka Zending Ziekenhuis (Rumah Sakit) yang dikelola oleh pemerintah.

1 Januari 1936, peletakan batu pertama pembangunan Gedung GKJ Wonosobo, dengan arsitek Ir.Pleiter dari Magelang.

16 Februari 1936, peneguhan majelis pertama untuk GKJ Wonosobo. Peristiwa ini dipilih sebagai hari jadi GKJ Wonosobo.

13 Agustus 1936, kebaktian di gedung gereja yang pertama kali.

1943, Ds.Van Dijk dan orang-orang Belanda lainnya ditangkap jepang dan dipenjarakan di Ambarawa.

4 Juli 1943, Ds.Hardjoprajitno dari Kebumen ditugaskan di GKJ Wonosobo.

10 Desember 1953, Ds.Hardjoprajitno digantikan oleh Ds.Broto Soewignjo dibantu guru injil Djojo Pawiro, Darmodjo, Hardjodarsono, P.Martosoewito.

27 Juli 1966, Ds.Broto Soewignjo pindah ke GKJ Bandung.

25 Oktober 1967, Bp.Wignjo Soemarmo (adik kandung Ds.Broto Soewignjo) ditahbiskan menjadi Pendeta GKJ Wonosobo.

1 Februari 1983, Ds.Wignjo Soemarmo memasuki masa emiritus / pensiun.

14 Mei 1984, Bp.Sardjono diteguhkan menjadi Pendeta GKJ Wonosobo

4 April 1998, Bp.Yulius Waskito,S.Th ditahbiskan menjadi Pendeta GKJ Wonosobo, sehingga GKJ Wonosobo memiliki 2 orang pendeta.

14 Mei 1999, pepanthan-pepanthan dari GKJ Wonosobo yang berada di sebelah timur (Kalicecep, Kertek, Reco, Cangkringan, Kalikajar, Merapimulyo, Kiyuni, Sapuran, dan Kepil) bergabung dan didewasakan menjadi GKJ Wonosobo Timur, dan Bp.Iswanto sebagai pendetanya.

2000-2007, gedung GKJ Wonosobo direnovasi dengan tidak mengubah bangunan utamanya karena sudah menjadi cagar budaya nasional.

11 Juli 2007, Pdt.Yulius Waskito,S.Th mengundurkan diri dari jabatan Pendeta GKJ Wonosobo.

29 September 2009, Pdt.Sardjono memasuki masa emiritus/pensiun.

2 Oktober 2009, kebaktian emiritasi Pdt.Sardjono serta peresmian purna renovasi gedung GKJ Wonosobo dan Museum Mini GKJ Wonosobo.

Iswanto ditunjuk menjadi pendeta konsulen di GKJ Wonosobo dari tanggal 4 Oktober 2009 s.d 15 Februari 2011.

15 Oktober 2010, Majelis GKJ Wonosobo mengangkat Panitia pemanggilan Pendeta GKJ Wonosobo.

Panitia Pemanggilan Pendeta GKJ Wonosobo memanggil Bakal Calon Pendeta yaitu Suci Rahayu Prayogi Kristiani,S.Th, Ratna Wiyanti.S.Pd.K, Agus Agung Prabowo,S.Si dan Setiaji Wiratmoko,S.Th untuk pengenalan lewat kotbah.

15 Februari 2011, Pdt.Samuel Sambudi ditunjuk menjadi menjadi pendeta konsulen di GKJ Wonosobo.

BpAgus Agung Prabowo,S.Si dan Bp.Setiaji Wiratmoko,S.Th memasuki masa pengenalan selama 3 bulan (15 Maret – 14 Juni 2011), kemudian Majelis memutuskan keduanya layak untuk memasuki tahap pemilihan.

3 Juli 2011, dilaksanakan pemilihan Bakal Calon Pendeta dan kedua Bakal Calon Pendeta terpilih dengan hasil 98,7%.

Kedua Calon Pendeta memasuki masa pembimbingan, kemudian pada 4 Mei 2013 diadakan Sidang Paramtoir dan keduanya dinyatakan layak untuk ditahbiskan.

Iswanto ditunjuk menjadi pendeta konsulen di GKJ Wonosobo sampai dengan penahbisan pendeta 14 Februari 2013.

14 Februari 2013, dilaksanakan Ibadah Penahbisan Pendeta atas diri vik.Agus Agung Prabowo,S.Si dan vik.Setiaji Wiratmoko,S.Th sebagai pendeta GKJ Wonosobo.